Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat dalam memitigasi dampak kekeringan ekstrem yang diprediksi akan melanda pada tahun 2026. Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKP CK), Pemkab menggelar agenda Pembinaan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan Mitigasi Dampak Kekeringan di Ruang Angling Dharma, Rabu (06/05/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Sekretaris Daerah, para Asisten, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Direktur Perumdam Tirta Buana. Peserta terdiri dari 20 Camat serta Kepala Desa dan Ketua HIPPAM dari wilayah terdampak.
Dalam laporannya, Kepala Dinas PKP CK menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memetakan kondisi 72 HIPPAM yang ada di Bojonegoro. "Kami mendata mana HIPPAM yang kondisinya sehat maupun yang kurang sehat. Masukan dari Bapak/Ibu Kepala Desa dan pengurus sangat penting agar kami dapat merumuskan tindakan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang untuk memastikan akses air bersih tetap terjaga di desa masing-masing," ujarnya.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan manajerial dalam menghadapi tantangan global maupun alam. "Berdasarkan mitigasi kebencanaan dari BMKG, tahun 2026 ini kita menghadapi fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang. Prediksinya dimulai akhir Mei ini dan akan mencapai titik ekstrem pada Agustus hingga September mendatang," tegas Wakil Bupati.
Beliau mengingatkan agar para pemangku kepentingan di desa, khususnya pengurus HIPPAM dan Kepala Desa, mulai menyesuaikan strategi pengelolaan air. "Jika kemarau panjang terjadi, pola tanam harus diperhatikan dan cadangan air bersih untuk konsumsi warga harus diprioritaskan. Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat adalah kunci agar dampak kekeringan tidak mengganggu produktivitas warga," imbuhnya.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk menyerap aspirasi dari para stakeholder strategis daerah terkait kendala teknis di lapangan. Dengan pembinaan ini, diharapkan seluruh instrumen pengelola air minum di tingkat desa memiliki kesiapan yang matang dalam menjaga kedaulatan air bagi masyarakat Bojonegoro di tengah ancaman El Nino 2026.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |