Bojonegoro — Bupati Setyo Wahono menghadiri Peringatan Hari Tani Nasional yang digelar oleh Pemerintah Desa Sukoharjo dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di kawasan Agroforestry Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, pada Rabu (6/10). Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Zainal Fanani, jajaran Forkopimcam Kalitidu dan Gayam, serta ratusan petani dari delapan desa di sekitar wilayah operasi hulu migas.
Kepala Desa Sukoharjo, Sulistyawan, menjelaskan bahwa kawasan agroforestry di bantaran Sungai Bengawan Solo ini diinisiasi sebagai area konservasi lingkungan dan penyerapan emisi karbon, sekaligus bentuk dukungan nyata desa terhadap program ketahanan pangan daerah.
Perwakilan EMCL, Rizki Ramadan, memaparkan capaian program Sekolah Lapang Pertanian yang bermitra dengan Yayasan Field Indonesia sejak 2020. Program yang menjangkau lebih dari 600 petani di delapan desa wilayah Kalitidu dan Gayam ini terbukti sukses meningkatkan produktivitas panen hingga 23% (rata-rata mencapai 8,1 ton per hektar), menghemat biaya operasional 30%, serta menekan penggunaan pupuk kimia hingga 50%.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menyampaikan rasa terima kasih kepada EMCL atas program baik yang diselenggarakan bersama masyarakat. Beliau juga menegaskan komitmen utamanya dalam menempatkan sektor pertanian sebagai fokus prioritas daerah. Beliau menekankan pentingnya membangun kemandirian petani melalui efisiensi biaya (cost) produksi dan pemanfaatan limbah untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. "Khusus untuk pertanian, saya di mana pun selalu berusaha untuk hadir. Tujuannya cuma satu, hanya ingin memberikan spirit, semangat, dan memastikan bahwa kita itu pengin bermimpi sebagai kabupaten yang lumbung pangan," tegas Bupati Setyo Wahono.
Beliau juga meminta EMCL dan tim pendamping untuk mendetailkan hasil keberhasilan demplot (demonstrasi plot) agar ilmunya benar-benar dapat ditiru dan diterapkan oleh masyarakat luas, bukan sekadar berhenti sebagai proyek percontohan.
Ke depan, Pemdes Sukoharjo juga berencana mengembangkan kawasan agroforestry tersebut menjadi destinasi wisata edukasi dan outbound berbasis lingkungan guna mendongkrak perekonomian warga lokal, sejalan dengan slogan Hari Tani Nasional yang dipilih dalam peringatan kali ini yaitu "Petani berjaya, alam sehat, pangan selamat."
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |