Transformasi Birokrasi Berbasis Hasil, Bojonegoro Siap Jadi Pilot Project Manajemen Talenta Nasional
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Tim Publikasi Informasi Publik
Jakarta, 05 November 2026 – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersiap melakukan lompatan besar dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menerapkan sistem Manajemen Talenta yang dilaksanakan di Kantor Badan Kepegawaian Negara, Kamis, 05 November 2026.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat yang mendorong Kabupaten Bojonegoro menjadi percontohan (pilot project) nasional untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Kepala BKN, Prof. DR. Zudan ARIF Fakrulloh, S.H., M.H menyampaikan bahwa Bojonegoro merupakan daerah yang sangat ideal dengan kapasitas fiskal yang luar biasa. Memiliki APBD berkisar antara Rp6 hingga Rp7 triliun untuk melayani 1,3 juta penduduk, Bojonegoro dinilai memiliki modalitas besar untuk menyejahterakan warganya.
Melalui Manajemen Talenta, pengisian jabatan struktural di lingkungan pemkab ke depan tidak lagi memerlukan proses lowongan terbuka (open bidding), melainkan cukup memilih kader-kader terbaik yang sudah terpetakan secara objektif melalui sistem peniliaian kinerja.
"Kapasitas daerah yang besar harus diimbangi oleh kapasitas ASN yang besar pula. Dengan kekuatan 16 ribu ASN yang dimiliki saat ini, Bojonegoro harus mampu membangun citra daerah (branding) yang kuat, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mendunia," tegas Kepala BKN dalam arahannya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma kerja birokrasi. Berbekal pengalaman selama empat tahun sebagai profesional di bidang pengelolaan SDM sektor swasta, Bupati ingin memastikan setiap kebijakan mutasi dan rotasi ASN murni didasarkan pada kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja.
Bupati juga menekankan pentingnya pergeseran pola pikir (mindset) aparatur daerah, di mana keberhasilan kerja tidak lagi diukur semata-mata dari tingginya persentase penyerapan anggaran, melainkan dari besarnya dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami tidak ingin lagi berfokus pada berapa panjang jalan yang telah dibangun atau berapa persen anggaran yang habis dibelanjakan. Fokus utama kami saat ini adalah output dan kebermanfaatan nyata dari setiap rupiah anggaran daerah dalam menggerakkan kesejahteraan warga Bojonegoro," ungkap Bupati.
Secara teknis, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro Hari Kristianto melaporkan bahwa saat ini sebanyak 14.643 ASN dari total 16.057 pegawai telah masuk dan tercover ke dalam aplikasi sistem Manajemen Talenta.
Melalui pemetaan Nine-Box Talent Matrix, pemkab kini memiliki basis data yang akurat mengenai posisi talenta pegawai, termasuk puluhan pejabat di level administrator yang menduduki kuadran tertinggi (Kotak 8 dan Kotak 9).
Data objektif ini telah siap digunakan sebagai instrumen suksesi untuk mengisi beberapa pos jabatan strategis yang kosong maupun yang memasuki masa pensiun dalam waktu dekat, terangnya.
Dengan penerapan Manajemen Talenta ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis dapat mengakselerasi pencapaian target makro daerah dalam tiga tahun ke depan, termasuk penurunan angka stunting hingga menyentuh 4%, pengentasan kemiskinan ekstrem, penekanan angka pengangguran, serta peningkatan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.