Setyo Wahono Dorong Desa Tlogorejo Jadi Ikon Unggulan Daerah Hingga Tembus Pasar Luar Daerah
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Tim Publikasi Informasi Publik
Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro berupaya mendukung dan memperkuat kapasitas para pelaku budidaya (peternak) serta produsen hasil olahan ikan lele. Hal tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro dalam kegiatan pelatihan pengemasan dan pelabelan sebagai usaha peningkatan pengembangan produk UMKM pengasapan ikan lele di kampung perikanan Desa Tlogorejo, selasa (27/10).
Acara yang digelar di Balai Desa Tlogorejo, merupakan serangkaian pelatihan dan pendampingan hilirisasi perikanan yang berfokus pada teknik manajemen kualitas air, pengolahan produk turunan (seperti lele asap, kerupuk, dan nugget lele), hingga pengemasan (packaging), pelabelan (labeling), serta pemasaran digital (digital marketing).
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro menyampaikan impian besarnya untuk menjadikan Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, sebagai kawasan ikonik sentra produsen dan pengasapan ikan lele yang tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu menembus dan menjangkau pasar di luar Kab. Bojonegoro.
"Kami bermimpi setiap desa atau kawasan memiliki potensi unggulan yang dimaksimalkan. Kita ingin Tlogorejo menjadi ikon pengasapan lele. Jadi, kalau orang mencari lele asap berkualitas, ingatnya Kepohbaru dan Bojonegoro," ujar Bupati Bojonegoro.
Di Desa Telogorejo, kapasitas produksi lele asap dari para pengrajin lokal berkisar antara 30–50 kg per hari (setara 1,5 ton per bulan atau 18–20 ton per tahun). Jumlah ini menyumbang secara signifikan total produksi lele asap Bojonegoro yang mencapai 372 ton per tahun, dengan jangkauan pasar yang telah merambah wilayah tetangga seperti Lamongan dan Tuban.
Total kebutuhan konsumsi ikan di Kabupaten Bojonegoro mencapai sekitar 25.000 ton per tahun. Sementara itu, total produksi perikanan lokal saat ini baru berada di kisaran 6.600 ton per tahun. Hal ini menunjukkan peluang usaha budidaya dan pengolahan lele di Bojonegoro masih sangat terbuka lebar.
"Pemkab siap mendukung kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan pelaku usaha hasil olahan lele. Fasilitasi legalitas dan label hingga penguatan jejaring pemasaran. Kami akan memasarkan Produk-produk olahan lele Telogorejo yang telah dikurasi dan dikemas secara modern melalui galeri UMKM serta difasilitasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Bojonegoro." Tegas Setyo Wahono.
Pihaknya menekankan bahwa di era digital saat ini, kreativitas dalam pengemasan dan strategi pemasaran media sosial/e-commerce (digital marketing) menjadi kunci utama agar produk lokal tidak kalah saing. Dengan kemasan yang higienis, merek yang kuat, serta penetapan masa kedaluwarsa yang jelas, konsumen dari luar daerah akan merasa aman dan nyaman untuk membeli secara daring maupun COD.
Kegiatan pendampingan hilirisasi ini berkolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan bersama akademisi Fakultas Perikanan Universitas Airlangga (UNAIR), yang menyasar kelompok pembudidaya ikan serta kelompok pengolah dan pemasar di Desa Tlogorejo.