Bojonegoro – Proses relokasi pedagang Pasar Kota Lama menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Wisata terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari percepatan pembangunan Pasar Kota yang lebih representatif dan modern.

Relokasi tersebut ditandai dengan doa bersama dan tasyakuran yang diikuti para pedagang, Ketua Paguyuban, Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menjadi simbol ikhtiar bersama agar proses perpindahan berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh pedagang.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan relokasi merupakan langkah strategis untuk mendukung percepatan pembangunan Pasar Kota tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Achmadi, menyampaikan sebanyak 396 pedagang telah terdata mengikuti proses perpindahan ke TPS Pasar Wisata. Hingga kini, ratusan pedagang juga telah mengambil kunci kios sebagai bentuk kesiapan menempati lokasi sementara.

“Relokasi ini diharapkan tidak mengganggu proses pembangunan Pasar Kota. Pemerintah berupaya memastikan seluruh proses berjalan lancar, aman, dan tetap memberikan ruang usaha yang layak bagi para pedagang,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah masukan turut disampaikan, mulai dari penguatan fasilitas pendukung, keamanan akses, hingga strategi pengelolaan pasar agar TPS Pasar Wisata tetap ramai selama masa relokasi. Salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan atau event yang dapat menarik minat masyarakat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Lasuri, menyatakan dukungannya terhadap relokasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Pasar Kota yang lebih representatif.

“Kami ingin proses perpindahan ini berjalan baik tanpa gesekan yang berarti. Yang terpenting, para pedagang tetap dapat berjualan dengan nyaman selama proses pembangunan berlangsung. Ke depan, pasar baru ini diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, juga berharap adanya penanda atau identitas lapak yang jelas di TPS Pasar Wisata agar pelanggan lama tetap mudah menemukan pedagang langganannya.

“Relokasi ini jangan sampai memutus hubungan antara pedagang dan pelanggannya. Aktivitas jual beli harus tetap berjalan baik selama masa pembangunan Pasar Kota,” ujar Sally.

Wakil Bupati Nurul Azizah mengajak seluruh pedagang bersama-sama mendukung proses perpindahan demi mewujudkan Pasar Kota Bojonegoro yang lebih nyaman, tertata, dan modern.

“Pembangunan Pasar Kota ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas perdagangan yang lebih baik bagi masyarakat. Kami berharap proses perpindahan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” tegasnya.

Ke depan, Pasar Kota Bojonegoro dirancang sebagai pasar modern bertingkat dengan fasilitas lebih memadai untuk meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pembeli, sekaligus menjadi ikon baru perdagangan di Kabupaten Bojonegoro.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, relokasi menuju TPS Pasar Wisata dapat berjalan tertib dan pembangunan pasar terealisasi sesuai rencana.


By Admin
Dibuat tanggal 19-06-2026
24 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
100 %
Puas
0 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %