Bojonegoro, 15 Juni 2026 – Siapa bilang keahlian membatik hanya milik mereka yang lahir di Solo atau Yogyakarta? Di tangan generasi muda Bojonegoro, sekat geografis itu kini dikikis melalui tekad kuat untuk menciptakan wirausaha baru yang siap membawa batik lokal menembus pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinaker), resmi membuka Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Jenis Keterampilan Membatik Tulis Tahun 2026. Acara pembukaan ini berlangsung di Balai Desa Kendungsari, Kecamatan Temayang.
Ketua Harian Dekranasda Bojonegoro, Bapak Mahmudi, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini didanai oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan Dirjen Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini menyasar 14 orang anak usia sekolah yang sedang tidak sekolah (Anak Tidak Sekolah/ATS) dengan rentang usia 15 hingga 25 tahun di wilayah Temayang.
"Kondisi pengerajin batik di sentra Kecamatan Temayang saat ini mayoritas didominasi oleh usia 35 tahun ke atas. Melalui program PKW ini, kita bergerak cepat melakukan regenerasi agar seni batik tulis aseli daerah tidak punah dan justru menjadi pemicu kemandirian ekonomi bagi generasi muda," ujar Mahmudi.
Pelatihan intensif ini akan berlangsung selama 32 hari, mulai dari 15 Juni hingga 29 Juli 2026.
Dalam arahannya, Ketua Dekranasda Bojonegoro Ibu Cantika Wahono menekankan bahwa karakter seorang wirausaha yang sukses—seperti ulet, telaten, dan gigih—bisa dipelajari dan dibentuk lewat proses pelatihan yang disiplin. Beliau juga memberikan motivasi besar agar para peserta optimis memandang masa depan batik Bojonegoro.
Ibu Ketua Dekranasda turut memberikan contoh nyata keberhasilan pemuda lokal, Mas Seto, yang lewat kegigihannya mampu membawa batik Bojonegoro bersaing di kancah nasional. Langkah konkret tersebut diharapkan dapat ditiru oleh para peserta dalam membangun jejaring dan kolaborasi bisnis ke depan.
Selain keterampilan teknis membatik tulis, ke depannya Pemkab Bojonegoro juga berencana memfasilitasi para perajin dengan pelatihan penunjang seperti public speaking, peningkatan performa, hingga pelatihan Bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan komunikasi bisnis mereka.
Di akhir acara, seluruh masyarakat dan peserta pelatihan juga diajak untuk meramaikan ajang pameran pesona kain tradisional, Batik Wastra Bojonegoro, yang akan digelar mulai 17-21 Juni 2026 di Alun-Alun Bojonegoro. Rangkaian acara ini menjadi bukti nyata komitmen kuat Bojonegoro dalam mendukung penuh produk lokal agar siap bersaing secara global.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |