Bojonegoro, Rabu, 22 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai mengintensifkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun 2026 yang diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di wilayah desa.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, Pendamping Desa, dan Penggiat Desa Tahun 2026 yang dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para pemangku kepentingan desa di Ruang Angling Dharma .
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengungkapkan bahwa fenomena perubahan iklim, khususnya El Nino, diperkirakan akan memicu kemarau panjang yang dimulai pada akhir Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.
“Kondisi ini harus kita antisipasi bersama. Berdasarkan pemetaan, terdapat sekitar 93 desa yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, Wabup Nurul Azizah mendorong percepatan masa tanam padi pada periode Maret hingga Mei, agar petani tetap dapat melakukan panen sebelum memasuki puncak musim kemarau. Selain itu, masyarakat juga diarahkan untuk melakukan diversifikasi tanaman seperti jagung dan tembakau yang lebih adaptif terhadap kondisi kering.
Tak hanya sektor pertanian, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur air bersih. Dalam forum tersebut, sejumlah perwakilan desa menyampaikan kebutuhan pembangunan sumur bor serta optimalisasi sumber air yang ada guna menjamin ketersediaan air saat musim kemarau.
Wabup menegaskan bahwa, penanganan kekeringan tidak dapat hanya mengandalkan distribusi air bersih melalui dropping air, melainkan membutuhkan solusi jangka panjang berbasis potensi lokal dan data yang akurat.
“Kita harus bergerak dengan perencanaan yang matang, berbasis data, dan melibatkan seluruh pihak. Dengan begitu, dampak kemarau panjang bisa kita tekan semaksimal mungkin,” tambahnya.
Selain fokus pada isu kekeringan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kapasitas aparatur desa dalam meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial serta mendorong pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro optimistis desa-desa di wilayahnya mampu menghadapi tantangan kemarau panjang 2026 dengan lebih tangguh dan adaptif.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |