Bojonegoro, 28 Januari 2026 — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pendekatan pembangunan partisipatif melalui program Medhayoh. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah turun langsung ke sejumlah desa di Kecamatan Balen, di antaranya Desa Subontoro dan Desa Sido Bandung, untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus berdialog terkait potensi desa, penguatan infrastruktur, ketahanan pangan, serta pelestarian lingkungan.

Rangkaian Medhayoh diawali di Desa Subontoro, tepatnya di kawasan Sumur Mojo. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Subontoro memaparkan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung ketahanan pangan desa. Dari luas wilayah sekitar 229 hektare, lahan pertanian irigasi mencapai 180 hektare dengan produktivitas padi lebih dari 7 ton per hektare setiap kali panen. Dengan dua kali panen dalam setahun, total produksi padi Desa Subontoro mencapai sekitar 2.500 ton per tahun, dengan 80 persen hasil panen dijual dan 20 persen dikonsumsi untuk kebutuhan masyarakat.

Selain padi, pengembangan tanaman palawija juga turut menopang ketahanan pangan desa. Dalam dialog bersama kelompok tani, para petani berharap adanya pendampingan berkelanjutan dan peningkatan kompetensi guna mendorong produktivitas pertanian yang lebih optimal.

Bupati Setyo Wahono mengapresiasi capaian Desa Subontoro yang telah masuk kategori swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa peningkatan hasil pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan air, pupuk, dan bibit, tetapi juga pada pengelolaan tanah, pola tanam, serta kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.

“Pendampingan dan penerapan praktik pertanian yang tepat menjadi kunci agar hasil panen meningkat tanpa merusak lingkungan,” tegas Bupati.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Desa Sido Bandung, yang disambut antusias oleh masyarakat dan jajaran pemerintahan desa. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, unsur Forkopimcam, kepala OPD terkait, para kepala desa se-Kecamatan Balen, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kelompok tani.

Dalam sambutan pembuka, Kepala Desa Sido Bandung menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati Bojonegoro. Ia berharap kunjungan tersebut membawa arahan serta konsep pengembangan desa, khususnya terkait potensi wisata desa yang berada di kawasan persawahan.

“Desa Sido Bandung memiliki potensi wisata yang sudah berjalan beberapa tahun. Kami berharap arahan dari Bapak Bupati agar wisata desa ini dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa Medhayoh bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan ruang silaturahmi, dialog, dan pencarian solusi atas persoalan riil yang dihadapi desa. Ia menekankan pentingnya penguatan potensi desa serta validitas data sosial sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Tema Medhayoh selalu sama, yakni menggali potensi desa dan menjawab kebutuhan masyarakat. Hari ini kita ingin mendengar langsung dari warga agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari persoalan pertanian, kebutuhan air irigasi, pupuk, hingga penguatan program ketahanan pangan agar petani dapat menanam padi hingga tiga kali dalam setahun.

Menanggapi isu kesejahteraan sosial, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menjelaskan bahwa pemasangan stiker penerima bantuan sosial dilakukan berdasarkan data kemiskinan yang bersifat dinamis dan akan terus dimutakhirkan agar bantuan tepat sasaran sesuai kemampuan anggaran daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro Chusaifi Ivan Rahmanto menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam penguatan infrastruktur pendukung ketahanan pangan. Infrastruktur tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan irigasi, embung, waduk, jalan usaha tani, serta jalan dan jembatan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan kabupaten di Kecamatan Balen secara umum sudah dalam kondisi mantap, serta progres Bantuan Keuangan Desa (BKD) telah mencapai 83 persen dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.

Sebelumnya, Bupati Bojonegoro bersama Wakil Bupati juga meninjau langsung progres Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) berupa pembangunan jalan cor di Desa Mulyoagung. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pembangunan jalan cor tersebut disambut gembira oleh warga karena dinilai sangat membantu mobilitas, mendukung aktivitas pertanian, serta memperlancar distribusi hasil panen. Warga berharap pembangunan infrastruktur desa dapat terus berlanjut sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian kegiatan Medhayoh di Kecamatan Balen ditutup dengan dialog terbuka dan penyampaian aspirasi warga. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap masukan masyarakat secara bertahap melalui perencanaan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.


By Admin
Dibuat tanggal 28-01-2026
14 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
100 %
Puas
0 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %