Bojonegoro, 21 Januari 2026 – Kabupaten Bojonegoro hari ini menjadi tuan rumah agenda penting dengan kehadiran Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam rangkaian kunjungan kerja yang dipenuhi semangat percepatan layanan sosial dan pengentasan kemiskinan. Kunjungan ini mencakup dua agenda utama: Sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Pendopo Malowopati, serta peninjauan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro di Ngumpakdalem, Dander.
Acara sosialisasi DTSEN dihadiri kurang lebih 700 peserta, terdiri dari Camat, Kepala Desa, serta perwakilan SDM PKH se-Kabupaten Bojonegoro. Besarnya antusiasme peserta menunjukkan keseriusan daerah dalam menyambut transformasi besar sistem data sosial di Indonesia.
DTSEN merupakan sistem basis data terpadu yang dibuat untuk memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, efisien, dan berkeadilan dengan pendekatan yang lebih dinamis, komprehensif, dan mutakhir.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa DTSEN telah mulai digunakan sebagai dasar dalam penyelenggaraan berbagai program daerah, termasuk Sekolah Rakyat. Bupati menekankan pentingnya membangun kemandirian keluarga, bukan ketergantungan.
Beliau menyampaikan,
“Pak Mensos, yang kami inginkan adalah bagaimana kita membangun kemandirian. Kami tidak ingin masyarakat terbiasa ‘tangan di bawah’. Prioritas kami adalah program kemandirian keluarga melalui Gayatri, agar masyarakat mampu memperoleh pendapatan harian sekaligus menumbuhkan kebiasaan menabung.”
Bupati menambahkan bahwa Pemkab Bojonegoro terus memperbaiki validasi data melalui kerja sama dengan BPS dan pemerintah desa, termasuk pendataan lapangan yang menempel langsung pada rumah warga miskin.
Gus Ipul menyampaikan Semua Dimulai dari Data, Semua untuk Rakyat. Dalam arahannya,
beliau menekankan kembali bahwa Sekolah Rakyat adalah Program Strategis Nasional yang dirancang untuk menjangkau keluarga-keluarga paling rentan, yang sering disebut sebagai the invisible people. Program ini merupakan bentuk nyata amanat konstitusi untuk memastikan setiap warga negara, terutama fakir miskin dan anak-anak terlantar, mendapatkan hak pendidikan secara layak.
Beliau juga menegaskan pentingnya integrasi kebijakan dari pusat hingga desa,
“Penanganan kemiskinan harus terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Data dikelola oleh BPS, dan tugas kita adalah memutakhirkan. Data tak pernah bisa 100% sempurna, tetapi melalui transparansi, keterbukaan, dan peran aktif desa, data bisa menjadi jauh lebih akurat.”
Gus Ipul mengajak seluruh camat dan kepala desa untuk berkomitmen menjaga kualitas data:
“Kalau datanya akurat, bantuan akan lebih tepat. Mari kita kerjakan bersama.”
Mensos mengaku senang melihat keseriusan Bojonegoro dalam mendorong keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pilar penting pendidikan generasi Bojonegoro yang berasal dari keluarga miskin dan rentan, sebagai investasi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Kehadiran Menteri Sosial RI di Bojonegoro hari ini semakin menguatkan komitmen seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat desa untuk bekerja bersama, memperkuat data, mempercepat penjangkauan keluarga miskin, serta memaksimalkan implementasi Sekolah Rakyat dan program kemandirian keluarga.
Dengan semangat kolaborasi pusat dan daerah, Bojonegoro siap bergerak menuju masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |