​BOJONEGORO- Selasa (20/01), Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono secara resmi melaunching Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro sebagai langkah strategis untuk menembus predikat UNESCO Global Geopark (UGGp). Peresmian ini dihadiri langsung oleh Vice President Global Geoparks Network (GGN) Association Prof. Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo, Kepala Bapenda Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, ajaran Forkopimda Kab. Bojonegoro  perwakilan Kementerian ESDM Via Zoom Meet serta diikuti oleh Kepala OPD dan Camat di Lingkup Pemkab Bojonegoro. 

​Gedung PIG yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman No. 24, terdiri dari 2 lantai dengan luas 322m² tiap lantainya. Gedung dua lantai ini diproyeksikan menjadi pusat riset, edukasi, dan informasi ilmiah mengenai 31 keragaman geosite yang dimiliki Bojonegoro, termasuk fenomena unik "Texas van Java" di Wonocolo dan api abadi Kayangan Api.

​Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa Geopark bukan hanya soal pelestarian batuan, melainkan tentang membangun narasi hubungan antara alam dan manusia.
​"Potensi geologi kita luar biasa, sebagai penyumbang 25% sampai 30% kebutuhan minyak nasional. Namun, kekuatan sesungguhnya untuk diakui dunia adalah 'cerita' di baliknya. Bagaimana kekayaan alam ini memberikan kemanfaatan ekonomi dan edukasi bagi masyarakat. PIG ini adalah komitmen kita untuk menjadi rujukan geologi internasional," ujar Bupati Setyo Wahono.

Tercatat, ada 5 obyek Kawasan Cagar Alam Geologi di Kab. Bojonegoro yang terletak dilokasi, diantaranya 
- Petroleum System Wonocolo di Kecamatan Kedewaan
- Struktur Antiklin Kawengan di Kecamatan Kedewaan
- Kayangan Api di Kecamatan Ngasem
- Kedung Lantung di Kecamatan Sugihwaras
- Fosil Gigi Hiu di Kecamatan Temayang

Selain obyek wisata tersebut, terhampar potensi kawasan wisata alam serta wisata kebudayaan dan sejarah yang syarat akan nilai historis. Memiliki wajah ragam budaya serta Keunikan geologi terletak pada keragaman fitur bumi (batuan, mineral, struktur, bentang alam) yang patut untuk dijadikan pusat edukasi modern seperti penelitian ilmiah bagi pelajar, mahasiswa hingga peneliti berstandar internasional, dan pengembangan geowisata serta pengembangan lingkungan berkelanjutan. 

​"Geopark ini bukan hanya milik Bojonegoro, tapi kebanggaan Indonesia. Kami mengundang seluruh elemen masyarakat untuk menjaga warisan ini demi generasi mendatang," ajak Setyo Wahono. 

Vice President Global Geoparks Network (GGN) Association Prof. Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo waktu pertama kali melakukan lawatannya ke Bojonegoro pada 2017 silam, menjelaskan bahwa Bojonegoro masih sebagai Aspiring National Geopark. Dan pada kunjungannya saat ini yang dimulai sejak Jum'at kemarin, Dato' Ibrahim Komoo menjelaskan bahwa Bojonegoro telah mengalami peningkatan dan kesiapan dalam menyambut UGGp. Wonocolo menjadi Icon yang menurutnya hanya ada satu-satunya tempat di dunia yang mempunyai hubungan erat di antara sumber petroleum dengan manusia, yakni aktifitas pertambangan tradisional yang dilakukan langsung oleh masyarakat. 

"Potensi ini adalah suatu warisan yang luar biasa. Tentu untuk memperoleh predikat UNESCO Global Geopark, perlu memastikan 100% persiapan dan kesiapan kita. Oleh karena itu, kita perlu memberikan effort yang sungguh-sungguh untuk memastikan penilai 4-5 bulan yang akan datang memenuhi kriteria penilaian. Jadi itu adalah sebabnya mengapa kami kemari, sekadar membantu untuk penambahbaikan di sana dan di sini." Terang Vice President Global Geoparks Network (GGN) Association.


By Admin
Dibuat tanggal 20-01-2026
32 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
100 %
Puas
0 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %