Surabaya, Jumat 02 Oktober 2026 – Kabupaten Bojonegoro turut mengambil bagian dalam rangkaian East Java Investment Forum (EJIF) 2026 dan Jatim Fest 2026 yang berlangsung di Grand City Exhibition Hall Surabaya, 30 September hingga 4 Oktober 2026. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono hadir mengikuti kedua agenda tersebut. Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi Bojonegoro untuk memperkenalkan potensi investasi sekaligus produk unggulan daerah kepada investor, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat.

EJIF 2026 mengusung tema “Empowering East Java as Indonesia’s New Growth Engine through Strategic and Sustainable Investment”. Forum ini menjadi wadah mempertemukan calon investor, pemerintah daerah, pemilik proyek, perbankan, asosiasi usaha, serta berbagai pemangku kepentingan melalui presentasi proyek, business matching, pertemuan satu lawan satu, hingga kunjungan proyek.

Dalam forum tersebut, Kabupaten Bojonegoro menawarkan peluang investasi melalui Poultry Feed Industry Development Project di Kecamatan Kedungadem. Proyek ini masuk dalam sektor agroindustri dan tercantum sebagai salah satu proyek investasi yang ditawarkan dalam EJIF 2026.

Peluang tersebut menjadi bagian dari pengembangan sektor agroindustri Jawa Timur yang mencakup berbagai proyek, di antaranya peternakan sapi terpadu, industri pengolahan udang, usaha sektor peternakan, serta rumah potong hewan halal. Keberadaan proyek Bojonegoro menunjukkan peluang pengembangan sektor peternakan beserta industri pendukungnya di daerah.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan investasi di Jawa Timur perlu didukung oleh konektivitas, infrastruktur, serta kemudahan dalam menjalankan kegiatan usaha. Dalam paparannya, Emil menjelaskan sejumlah kawasan pengembangan di Jawa Timur beserta potensi dan keunggulan masing-masing, mulai dari kawasan metropolitan, kawasan Bromo Tengger Semeru, hingga kawasan bagian barat Jawa Timur.

Menurut Emil, penguatan konektivitas menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan investasi. Infrastruktur transportasi, kawasan industri, energi, serta konektivitas antarwilayah menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pengembangan investasi di Jawa Timur.

EJIF 2026 juga menghadirkan berbagai proyek investasi di sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta sektor pendukung lainnya. Forum ini dirancang untuk memperkuat hubungan langsung antara pemilik proyek dan calon investor melalui project showcase, one-on-one meeting, serta many-to-many meeting.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah mendapatkan ruang untuk memperkenalkan proyek potensial sekaligus menjalin komunikasi langsung dengan calon investor. Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu pemerintah daerah yang turut membawa peluang investasi dalam sektor agroindustri melalui proyek pengembangan industri pakan ternak di Kecamatan Kedungadem.

Selain peluang investasi, Bojonegoro juga memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk kerajinan daerah melalui keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro dalam Jatim Fest 2026.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan bahwa stan Dekranasda Bojonegoro menghadirkan berbagai produk unggulan daerah. Produk yang dibawa antara lain wastra dan batik, produk rajut, aksesori, serta kerajinan kayu.

“Alhamdulillah siang hari ini kami berkesempatan ada di Grand City Mall Surabaya dalam rangka Jatim Fest 2026. Stand Dekranasda Kabupaten Bojonegoro ada di Jatim Fest 2026,” ujar Cantika Wahono.

Kehadiran produk-produk unggulan Bojonegoro dalam ajang tersebut menjadi ruang promosi untuk memperkenalkan kerajinan dan produk kreatif masyarakat kepada masyarakat serta jejaring pasar yang lebih luas.

Keikutsertaan Bojonegoro dalam EJIF 2026 dan Jatim Fest 2026 memperlihatkan dua potensi ekonomi daerah yang berjalan beriringan, yakni pengembangan investasi di sektor produktif serta penguatan produk unggulan dan ekonomi kreatif masyarakat.

Melalui forum investasi, Bojonegoro membuka ruang bagi calon investor untuk mengenal peluang pengembangan usaha di daerah. Sementara melalui Jatim Fest, produk kreatif dan kerajinan masyarakat Bojonegoro mendapatkan ruang promosi di tingkat regional.

Dalam EJIF 2026 juga disampaikan terdapat 28 proyek investasi dengan nilai total sekitar Rp73,77 triliun yang telah dipetakan untuk ditawarkan kepada investor. Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis di Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong agar potensi daerah dapat terhubung dengan peluang investasi, pengembangan industri, serta penguatan produk lokal. Dengan demikian, potensi sumber daya dan kreativitas masyarakat dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.

Keikutsertaan Bojonegoro dalam dua agenda tersebut sekaligus memperkuat upaya memperkenalkan Bojonegoro sebagai daerah yang memiliki potensi di sektor agroindustri, investasi, ekonomi kreatif, kerajinan, serta produk unggulan daerah.


By Admin
Dibuat tanggal 03-10-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
100 %
Puas
0 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %