Bojonegoro, 18 September 2026 – Menjelang bergulirnya kompetisi sepak bola, perwakilan suporter Persibo Bojonegoro mengadakan audiensi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, yang dihadiri oleh Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Kadinpora, dan Ka Satpol PP. Pertemuan ini dilakukan murni atas dasar kepedulian suporter terhadap kemajuan klub kebanggaan warga Bojonegoro tersebut.
Dalam suasana dialog yang terbuka, suporter membawa beberapa aspirasi penting terkait masa depan klub, mulai dari dukungan finansial hingga fasilitas stadion. Berikut adalah poin-poin utama yang dibahas dan disepakati dalam pertemuan tersebut:
Suporter menyampaikan bahwa Persibo saat ini berstatus sebagai klub profesional, sehingga pendanaannya bergantung pada pihak swasta dan tidak lagi menggunakan dana APBD. Mengingat Persibo sedang bersiap menuju laga pembuka di Liga 3 pada bulan Oktober, suporter berharap adanya dukungan dari BUMD di Bojonegoro.
Menanggapi aspirasi ini, Pemkab Bojonegoro menegaskan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya siap mendukung Persibo dan bisa menjembatani klub dengan pihak sponsor. Namun, pihak pemerintah menyoroti bahwa selama ini belum ada komunikasi atau pengajuan proposal resmi dari pihak manajemen Persibo kepada pemerintah. Pemkab menekankan bahwa bantuan dapat diproses jika manajemen mengajukan proposal yang sesuai dengan prosedur tata kelola pemerintahan.
Untuk meningkatkan gairah masyarakat terhadap Persibo, suporter memberikan dua usulan menarik:
Suporter mempertanyakan kelanjutan pembangunan stadion untuk Persibo. Pihak pemerintah memaparkan bahwa saat ini terjadi penurunan anggaran daerah menjadi Rp 6,2 triliun, sehingga Pemkab harus memprioritaskan anggaran untuk sektor vital seperti kesehatan gratis (rumah sakit dan puskesmas) serta perbaikan pasar kota sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi bagi masyarakat. Pemkab menilai stadion yang ada saat ini masih layak pakai, sehingga solusi yang ditawarkan adalah melakukan perbaikan atau revitalisasi fasilitas stadion secara bertahap, bukan membangun stadion baru secara instan.
Dari seluruh perbincangan, benang merah yang ditekankan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro adalah pentingnya profesionalisme dan komunikasi dari manajemen Persibo. Pemkab menyatakan tidak bisa bertindak terlalu jauh jika pihak manajemen sendiri tidak aktif berkoordinasi, tidak mengajukan proposal, dan tidak menyampaikan kebutuhan klub secara resmi.
Mendengar penjelasan tersebut, pihak suporter memahami situasi yang ada dan berjanji akan segera menemui pihak manajemen Persibo. Suporter berkomitmen untuk mendorong manajemen agar membuka ruang dialog dengan Pemkab dan menempuh prosedur administrasi yang benar agar dukungan untuk Persibo bisa segera direalisasikan.
Audiensi ini membuka jalan terang bagi masa depan Persibo Bojonegoro. Dukungan dari suporter yang luar biasa, ditambah dengan niat baik dari Pemerintah Daerah, menjadi modal berharga. Kini, langkah selanjutnya berada di tangan manajemen Persibo untuk membangun komunikasi yang baik, transparan, dan profesional demi mengembalikan kejayaan sepak bola Bojonegoro.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |