BOJONEGORO – Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kembali dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, kegiatan menyasar siswa SD Negeri Sukowati pada Jumat, 11 September 2026 untuk mengenalkan manfaat konsumsi ikan sekaligus mendorong kebiasaan makan ikan sejak usia dini.
Kegiatan dihadiri Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Catur Rahayu, pemerintah desa, guru, serta siswa SDN Sukowati.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Catur Rahayu mengatakan, Gemarikan merupakan gerakan bersama dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan.
Ikan memiliki kandungan protein, vitamin, serta asam lemak tak jenuh seperti omega-3 yang mendukung pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak anak. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan perlu dibangun sejak usia sekolah.
Pada 2026, program Gemarikan di Bojonegoro dilaksanakan di lima kecamatan dan lima desa. Sebanyak 1.200 paket olahan ikan disiapkan dengan sasaran antara lain wilayah yang memiliki balita kurang gizi, kasus stunting, dan ibu hamil. Program juga menyasar siswa sekolah dasar.
Di SDN Sukowati, sebanyak 147 siswa menerima paket olahan ikan. Kegiatan tidak hanya berupa pemberian produk, tetapi juga edukasi mengenai manfaat ikan, pentingnya konsumsi ikan sehari-hari, serta pengenalan berbagai produk olahan ikan.
Paket tersebut berisi beragam produk, seperti abon lele, water crispy, keripik belut, bakso ikan, otak-otak bandeng, lele asap, dan lele marinasi. Pengolahan yang beragam diharapkan dapat membuat ikan lebih mudah diterima dan disukai anak-anak.
Ketua Forikan Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono mengajak siswa untuk membiasakan makan ikan dan mengenal berbagai olahan ikan. Menurutnya, ikan dapat diolah menjadi menu yang menarik sehingga anak-anak memiliki lebih banyak pilihan dalam menikmati makanan berbahan ikan.
Program Gemarikan juga diarahkan untuk menjadikan anak sebagai agen perubahan di keluarga. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan dapat diterapkan di rumah sehingga konsumsi ikan menjadi kebiasaan bersama.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari peningkatan konsumsi ikan di Bojonegoro. Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Peternakan dan Perikanan, konsumsi ikan masyarakat Bojonegoro tercatat 18,9 kilogram per kapita per tahun, masih di bawah angka provinsi sebesar 22,15 kilogram dan nasional 26 kilogram per kapita per tahun.
Melalui Gemarikan, Pemkab Bojonegoro mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, untuk menjadikan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari. Langkah ini diharapkan turut mendukung pemenuhan gizi serta mencetak generasi Bojonegoro yang sehat, kuat, dan cerdas.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |