Surabaya- Ketahanan pangan merupakan kondisi yang memenuhi ketersediaan bahan pangan, stabilitas ketersediaan bahan pangan, dan aksesibilitas/keterjangkauan terhadap bahan pangan. Ketahanan pangan sendiri masuk menjadi program pemerintah melalui Swasembada Pangan, Pangan bergizi, biofuel dan hilirisasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menjaga ketahanan pangan di daerah Jawa Timur. Hal ini dikarenakan Provinsi Jawa Timur merupakan Lumbung Pangan Nasional dimana berdasarkan data BPS pada tahun 2024 produksi padi Jawa Timur 9,2 juta Ton. Untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan produksi pangan di Jawa Timur dilaksanakan Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan yang diikuti oleh seluruh Kepala Daerah di Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi (14/3).
Mewakili Bupati, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama Pj Sekda Djoko Lukito hadir mengikuti arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhi Karyono.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa menyampaikan bahwa Jawa Timur tahun ini mendapat target untuk menambah produksi sebesar 2,2 juta Ton Beras. Hal ini tentu saja cukup berat mengingat sawah Non Irigasi di Jawa Timur ada sekitar 488.000 hektar, yang mana ini membutuhkan irigasi tersier dari waduk-waduk melalului pipanisasi. Yang mana sawah non irigasi yang panen 1 tahun sekali bisa panen 1 tahun sampai 2 atau 3 kali. Yang mana bisa meningkatkan produksi pertanian.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan Swasembada pangan, energi, dan air merupakan prioritas pemerintah 5 tahun kedepan. Kekuatan Jawa Timur ini sangat luar biasa secara ekonomi, sosial, politik. Kedepan setiap daerah di Jawa Timur harus bisa lebih mengetahui atau mengenali potensi daerahnya masing-masing. Selain itu pembangunan infrastruktur juga harus dibenahi.
Sepertihalnya pompanisasi bagi sawah non irigasi agar produksi pangan bisa meningkat.
Kalau Jawa Timur ingin didorong untuk menjadi kontributor yang signifikan bagi produksi pangan nasional maka harus dibenahi segala fasilitas pendukungnya. Dengan harapan dapat meningkatkan produktifitas pertanian diberbagai komoditas.
Pembangunan infrastruktur harus bisa mendukung langsung swasembada pangan, energi, dan air. Selain itu harus berdampak atau membawa peningkatan kwalitas hidup manusia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kunci kita menjadi negara maju adalah clear and clean government. Dimana hal ini juga akan berdampak pada produksi pangan di Indonesia. Dimana koordinasi antar lembaga bisa berjalan baik maka tidak akan tumpang tindih kebijakan yang bisa berdampak pada produksi pangan/pertanian.
Ada beberapa cara untuk meningkatkan produksi pertanian, diantaranya adalah : pembukaan lahan baru. Namun hal ini baru bisa dilaksanakan setalah 5 tahun karena penyipan Infrastruktur. Yang kedua adalah optimalisasi lahan yang sudah ada. Lahan yang sudah ada sekarang digarap dengan serius. Sawah yang belum ada irigasinya diberikan infrastruktur yang bisa mendukung untuk irigasi yang bisa membantu untuk meningkatkan produksi pertanian.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |