Bojonegoro – Dalam upaya menekan angka anak putus sekolah dan memastikan setiap anak mendapatkan hak atas pendidikan yang layak, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pendidikan galakkan Gerakan Ayo Sekolah di SDN 1 Pragelan Gondang, Jum'at (24/7).
Gerakan ini hadir sebagai wadah untuk membawa anak-anak yang rentan atau telah putus sekolah agar dapat kembali mengecap manisnya bangku pendidikan. tantangan ekonomi dan keterbatasan akses masih menjadi faktor utama anak-anak usia sekolah terpaksa meninggalkan pendidikan formal.
Melalui Gerakan "Ayo Sekolah", fokus utama akan diarahkan pada penjangkauan langsung pendataan anak tidak sekolah (ATS), bantuan Beasiswa Pendidikan, penyediaan perlengkapan sekolah, serta pendampingan bagi anak dan orang tua. Pendidikan bukan sekadar hak, melainkan fondasi utama masa depan bangsa. Melalui Gerakan Ayo Sekolah kita tidak hanya mengembalikan anak-anak ke ruang kelas, tetapi juga mengembalikan mimpi dan harapan mereka.
Hadir secara langsung Wakil Bupati Nurul Azizah di Dampingi Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Camat Gondang membersamai anak anak SD dalam acara Turnamen Bola Voly SD "Prasasti Cup Pragelan" di rangkai penyerahan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk anak tidak sekolah (ATS).
Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan sesuai arahan Bapak Bupati bahwa seluruh anak Bojonegoro semuanya harus sekolah, dari data yang ada awalnya 5.610 yang tidak sekolah saat ini turun menjadi 5.199 . Maka di mulai dari Desa Pragelan Gondang agar anak anak Bojonegoro tidak ada yang tidak sekolah. Maka harapan kita semuanya anak anak dapat sekolah dan menjadi anak yang sukses.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |